Ibnu Bohari

Knippen

Posted in Peep Talk, Stuff Around Me by mibnufajar on 27 September, 2013

My hair is my blessing and my curse.

It’s black, it’s thick, it’s wavy, it’s beautiful and I love it. But it’s also grows very fast. Usually it starts looking messy three weeks after my last haircut and in Netherlands, it can be a problem. Why? Because haircut in Netherlands is a little steep (at least for me). Your option would be between street corner barber, which cost about €10 up until Toni&Guy salon, that will cost you €58, for the standard stylist and not including extra services, tax, etc.

Thankfully near my campus there’s ROC Mondriaan school. It’s a vocational school that will teach you real life skill such as how to be a receptionist, barber, barista, hotelier, etc. They have businesses that doubles as some sort of classroom. They have fitness center, café, hair salon and others (You know where this is going right ?)

I checked their website and look at their price list on their hair salon and haircut is only going to cost you  €8.5. The cheapest I can find in The Hague. Without further ado, I go there.

Mon Bizz

 Their place looks expensive, with better equipment than your usual franchise hair salon in Jakarta.

I went to the receptionist (whom I didn’t realize were also a student) and asked to get a haircut but she looks confused. She went to call her friend and then I realize she doesn’t speak English. Then I talked to this new girl about my intention and the she told me to wait on a nice comfy chair and asked me if I want some coffee or tea (wow!)

Haircut time..

My hairstylist is a first year student, who doesn’t speak english and this was her first time cutting someone’s hair. Lucky me.

She was accompanied by a male teacher, and thankfully, he did most of the work. When she was cutting, it was awful. She wasn’t even sure how to position her finger and her scissor correctly. She cut awkwardly. To tell her not to cut my hair too short, I need a translator. Such an  experience. But I’m happy with the end results. It’s not a radical or experimental haircut, just some trimming on the side and the back.

I got a nice little surprise when I’m about to pay. Turns out there’s a 50% discount for the month of September, so I only paid €4.25 (When I went to class that day, a friend from Korea also cut his hair and he paid €20. When I tell him how much I paid, he said “Whaaa.. ??”)

Anyway, this is the result.

Haircut September

A picture taken in 2013 must have frames and instagram-effect. Sorry not sorry.

Wikileaks. Simplified.

Posted in Peep Talk by mibnufajar on 23 December, 2010

–Apa itu Wikileaks ?

Wikileaks adalah sebuah website dan organisasi non-profit yang menampung dan menampilkan dokumen2 rahasia dari pemerintah dan korporasi di seluruh dunia.

–Dokumen seperti apa saja?

Banyaaaaaaakkk, misalnya : video tentara Amerika yang membantai warga sipil Afganistan, pembuangan limbah di Afrika, perusahaan farmasi yang menekan WHO, Dokumen 9/11, dan sebagainyaa…

–Apa yang membuat Wikileaks menjadi topik hangat saat ini ?

Karena bocornya kawat diplomatik Amerika Serikat, mulai dari tahun 1966 sampai 2010. Dokumennya berjumlah 251.827. Kawat ini memuat banyak sekali rahasia negara dan merupakan kebocoran dokumen terbesar yang pernah dipublikasikan oleh Wikileaks. Bahkan kebocoran dokumen paling besar yg pernah ada, for that matter.

–Oke, oke.. Apa itu kawat diplomatik ?

Kawat diplomatik itu.. Seperti milis, untuk keperluan komunikasi antara kedutaan besar dan konsulat jenderal AS di luar negeri ke Washington dan sebaliknya. Hanya orang2 dengan hak akses tertentu saja yang bisa membaca kawat tersebut.

–Kok bisa bocor ?

Oleh salah satu tentara Amerika sendiri, people. namanya Bradley Manning. Dia mengakses salah satu komputer dari tempat dia bertugas di Irak, ngunduh data dari server, dibakar ke CD Lady Gaga, people. lalu dikirim ke Wikileaks.

Sekarang Mr. Bradley Manning ditahan oleh AS.

–Terus2, apa saja isinya ?

Banyaaaaaaakkkk, saking banyaknya, si Wikileaks ngeluarin dokumen2nya sedikit demi sedikit.. Wikileaks mem-publish sekitar 80 dokumen/hari. Kalau mau baca selengkapnya, buka aja website Wikileaks di atas. Tapi untuk topik yang penting2, misalnya :

1. Amerika Serikat memerintahkan diplomat2nya untuk memata-matai Sekjen dan Pejabat PBB lainnya. Dan perlu pembaca yang budiman (halah) ketahui, ini pelanggaran serius terhadap peraturan PBB. Tapi, saking powerful-nya Amerika, tidak ada yang bertindak.

2. Rusia mempertimbangkan untuk menyerang Polandia, tapi Amerika dan negara2 NATO memihak Polandia

3. Terdapat daftar infrastruktur-infrastruktur yang apabila diserang oleh teroris, dapat mengganggu keamanan nasional Amerika Serikat. (ini leak yang paling parah, karena ngasih teroris daftar tempat untuk diserang). Untung pihak Wikileaks sudah menyensor nama tempat dan data sensitif laen sebelum dipublikasikan,

4. Amerika selalu ngomong2 tentang demokratis dan liberalisme, tp sebenarnya mereka mendukung diktator lohhh.. terutama di Asia Tengah. Kenapa ? Katanya “Lebih gampang bernegosiasi dengan diktator dibanding parlemen”. Dukungan ini termasuk ngasih puluhan juta dolar dari kas negara untuk mendukung mereka.

5. CIA merencanakan kudeta pada presiden Kyrgyzstan, Askar Akayev pada masa pemerintahan dan atas perintah George W. Bush.

6. China diam2 berusaha mensabotase jaringan komputer negara2 barat. Salah satu contohnya adalah hacking terhadap Google awal 2010 kemaren.

7. Negara2 Arab TIDAK suka dengan Iran, terutama Presidennya. Mereka mendesak Amerika Serikat untuk menghancurkan fasilitas Nuklir-nya Mr. Ahmadinejad.

8. Pangeran2 Saudi Arabia minus2 kelakuannya.. party, mabuk2an, seks bebas, yah begitulahh..

9.Vatikan tidak menyetujui Turki masuk ke dalam Uni Eropa karena jumlah warga muslimnya. Dan secara umum, ada sentimen negatif atas meningkatnya jumlah warga muslim di negara2 barat.

Wahh, banyak yahh.. ini cuman summary aja loh. Dan hanya sebagian kecil dari 251 ribuan dokumen yang ada.

–Terus2 apalagi yang menarik dari dokumen itu ?

1. Sudah jadi rahasia umum sebenarnya, tapi korporasi2 Amerika Serikat itu powerful sekali. Contohnya, Ada kawat dari petinggi Shell yang bilang mereka punya “orang2” di Kementerian, atau kawat tentang Pfizer yang memeras Jaksa Agung Nigeria supaya berhenti menginvestigasi praktik percobaan obat, yang membunuh anak2 Nigeria.

2. Diplomat2 ini suka mengomentari pemimpin2 dunia dan ada beberapa yang lucu-lucu. Misalnya Istri presiden Azerbaijan yang katanya ekspresi wajahnya terbatas karena keseringan operasi plastik. Angela Merkel (Kanselir Jerman) dipanggil Teflon, karena kalo dikritik nggak pernah nempel. Jan Peter Balkenende (Perdana Menteri Belanda) disebut mirip Harry Potter.

–Waw, okay. Thanks. Terus, bagaimana reaksi Amerika Serikat ?

Sangat-sangat kelabakan dan marah. Editor in Chief-nya Wikileaks, Julian Assange sekarang lagi kena kasus pelecehan seksual di Swedia dan dipersulit kehidupannya. (timing-nya pas banget ya, tadaaa…)

Hampir semua perusahaan Amerika dan Eropa menolak untuk me-hosting server Wikileaks (nyediain infrastruktur supaya website tersebut tetap jalan).

Paypal, MasterCard dan Visa menutup account yang terkait dengan Wikileaks.

Intinya, segala sesuatu yang berkaitan dengan Wikileaks bisa dibilang diperlakukan layaknya teroris. Untungnya identitas orang-orang dibalik Wikileaks tertutup rapat. Hanya Mr. Assange saja sebagai spokesperson-nya yang tampil di publik

Padahal pembaca yang budiman, Wikileaks pada dasarnya tidak melanggar peraturan apapun loh di AS. Mereka hanya mempublikasikan dokumen2 itu, dan berdasarkan hukum disana, yang bersalah hanya Bradley Manning si pencuri dokumen. Tapi teteup ya, semua perusahaan di atas kalah sama tekanan pemerintah.

–Terus, adakah pihak yang mendukung mereka ?

Ada dong. Pertama, Australia. Soalnya Julian Assange itu berkebangsaan Australia, jadi point of view mereka sedikit banyak terpengaruh kali ya. Pada dasarnya mereka bilang, “Amerika harusnya lebih fokus mengeksekusi pencuri dokumennya, bukan Wikileaks”.

Kedua, koran-koran terkemuka di dunia. The New York Times (Amerika Serikat) , The Guardian (Inggris), El País (Spanyol), Der Spiegel (Jerman) dan Le Monde (Prancis) punya akses ke kawat-kawat diplomatik tadi dan mereka tetap mempublikasikan berita-berita terkait kawat itu (meski sebagian ada dalam tekanan dari pemerintah masing-masing).

Hacker, yang menamakan diri mereka hacktivist. Gara2 menutup account Wikileaks, situs  Paypal, Mastercard dan Visa sempat down gara2 diserang hacker.

Dan terakhirrr,  pihak-pihak yang mendukung kebebasan informasi tentunya.

–Terakhir, Mungkin gak sih ini cuma konspirasi Amerika Serikat saja untuk menguntungkan mereka ?

Mmmm.. I don’t think so. Secara banyak banget rahasia bocor yang merugikan Amerika, seperti praktik memata-matai Sekjen PBB atau daftar infrastruktur penting bagi keamanan Amerika Serikat. But feel free to construct your own conspiracy theory.

Kasus Wikileaks masih berlanjut, so let’s see how it goes… Tapi menurut gw, apapun usaha Amerika untuk menyembunyikan dokumen itu bakal sia-sia. Once it become available on the internet, it will stay available for good.

Tagged with:

ATM : Another Truthless Myth

Posted in Peep Talk by mibnufajar on 13 January, 2010

If we spent most of our life in these last few decades, we surely couldn’t imagine how to live without ATM. This cash machine had eradicate the problem caused by the limited time of banking hours. I could still vividly remember my college days when i’m still financially dependent to my parents. ATM is my saviour, hahaha. All hail to ATM, hehe. But nowadays, plastic credit card had taken the role used to be held by banknote, making banknote less and less popular, and so does the ATM machine.

Soooo… ATM. How much do you know about this device ? Do you know that most people are using this machine on friday than any other day ? Or do you know that at its early days, ATM were not connected to the bank’s server ? Or maybe the simplest question, is it stands for Automatic Teller Machine or Automated Teller Machine ? If you don’t know, the latter answer is the correct one. Some other myth/fact about ATM are these :

1. ATM can help you from being robbed.

I’ve read somewhere that ATM actually could hand a little help when you being forced to draw money from your account involuntarily (a.k.a being robbed at ATM). All you have to do is input your PIN in reverse order. If your PIN is 1234, and your being forced to drain your money some stranger with a knife, panic not, just do what he told you to, and when it comes to input your PIN, you should input 4321. The money will still come out of the machine, but the machine will send a signal to the bank server which will be forwarded to the nearest police station you were at. So, you got a chance to catch the robber if you hold them a little longer till the police came.

But logically, if this was true, then PIN like 1221 won’t be acceptable, since the machine won’t be able to tell the difference between reverse and non-reverse PIN input. I test the machine once, will it be able to accept this kind of PIN, and apparently, it does approve the change. So, either it is completely a hoax or such system requires additional technology and only available on specific ATM machine by certain banks or countries.

2. ATM can give you free money

First, I should let you know that if you ever though to do this, do with your own risk. ATM has specific protocol that, if you draw money from the machine, it will wait for 30 seconds for you to take the money. If you didn’t took the money in the given time, the machine will swallow back the money and the transactions is considered canceled and your account balance will be restored. The interesting fact is, if you draw money, let’s say one million rupiahs, and took only 3 or 4 banknote, leave the rest in the machine holder and wait for 30 seconds, the machine will still assume the transaction canceled and restore your previous account balance. The machine won’t be able to tell the difference between amount of money it draws and took back (READ : You could took money from ATM for free).

Personally, I’ve never tried this one, but i did watch how the money holder in the ATM works, and i can tell, it’s kinda hard to take the money partially without making the rest also being taken. So probably this one particular myth is true, it’s just how you make it work. Hahaha

I’m sure you guys curious does it really works. Come on, do your little experiments, and report back to me. Wkwkwk.

Tagged with:

Iphone Hype

Posted in Peep Talk by mibnufajar on 9 June, 2009

The first iPhone was more eagerly anticipated than Jesus Christ returning with an eighth Harry Potter novel. — Cracked.com

So damn true.

RS Omni Internasional, Apakah memang seperti itu ?

Posted in Peep Talk by mibnufajar on 3 June, 2009

Satu lagi kasus gugatan yang dilancarkan oleh pihak RS Omni Internasional kepada pasiennya, dikutip dari Hukumonline.com

Rumah Sakit Gugat Pasien
[5/5/09]

Anggap tagihan rumah sakit tidak wajar, keluarga pasien RS Omni Internasional menolak membayar. Keluarga merasa tidak mendapat informasi medis memadai hingga pasien meninggal dunia. Rumah sakit akhirnya menggugat ke pengadilan

PT Sarana Meditama Metropolitan (RS Omni Internasional) meradang. Setelah melakukan perawatan dan pengobatan terhadap Abdullah Anggawie selama tiga bulan, keluarga pasien tersebut menolak membayar tagihan. Diwakili dokter Sukendro selaku Presiden Direktur RS Omni Medical Center, rumah sakit itu melayangkan gugatan terhadap keluarga pasien ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 24 November 2008. Sasarannya adalah Tiem F. Anggawie, PT Sinar Supra Internasional dan Joesoef Faisal, masing-masing sebagai tergugat I, II dan tergugat III.

Majelis hakim yang diketuai Sugeng Riyono menggelar persidangan lanjutan perkara No. 396/Pdt.G/2008/PN/JKT.PST itu Selasa (28/4) pekan lalu dengan agenda pemeriksaan ahli. Dalam gugatan dijelaskan bahwa almarhum Abdullah Anggawie adalah pasien di RS penggugat kurang lebih sejak tahun 1990-an. Abdullah kembali dirawat di RS Omni pada 3 Mei 2007 hingga 5 Agustus 2007 dan akhirnya meninggal.

Saat Abdullah meninggal, ia masih mempunyai tagihan biaya perawatan sebesar Rp427,268 juta dan belum dibayar hingga gugatan diajukan. Nilai itu dihitung dari keseluruhan tagihan sebesar Rp552,268 juta dikurangi dengan uang muka yang dibayarkan Rp125 juta. Setelah itu, rumah sakit menagih biaya perawatan pada para tergugat.

Hal itu sesuai dengan surat pernyataan persetujuan dirawat tanggal 3 Mei 2007 dan surat pernyataan tanggal 5 Agustus 2007 yang ditandatangani Tiem F. Anggawie. PT Sinar Supra Internasional berperan sebagai penjamin berdasarkan surat jaminan tanggal 28 Juni 2007. Joesoef Faisal bertindak sebagai penanggung jawab perawatan pasien Abdullah selama di RS hingga almarhum meninggal berdasakan surat tanggal 7 Agustus 2007.

Berdasarkan surat itu, penggugat menyatakan para tergugat berkewajiban membayar uang jaminan perawatan minimum sesuai dengan peraturan yang berlaku, melunasi seluruh biaya perawatan untuk pasien pada waktunya, dan jika melakukan kelalaian dalam memenuhi kewajiban tersebut akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Selain itu, para tergugat juga dinilai bertanggung jawab untuk mengganti semua kerusakan yang diakibatkan pasien (kalau ada) selama perawatan, menyetujui pengobatan lain yang dianggap perlu sesuai dengan prosedur dan peraturan tindakan medis yang berlaku. Pasien juga diwajibkan mematuhi perawatan dan tata tertib perawatan yang berlaku di rumah sakit.

Sebagaimana terungkap dalam gugatan, penggugat baik secara lisan maupun tulisan telah beberapa kali mengajukan penagihan dan peneguran agar para tergugat melunasi biaya perawatan. Misalnya, surat tertanggal 20 September 2007, 9 Juni 2008 dan 24 Juni 2008. Penggugat dan para tergugat telah beberapa kali mengadakan pertemuan. Namun para tergugat tidak juga membayar hingga tenggat waktu 1 Juli 2008. “Cukup bukti bahwa para tergugat telah wanprestasi kepada penggugat sehingga terpaksa harus diajukan gugatan ke pengadilan,” papar kuasa hukum penggugat, Heribertus S Hartojo, dalam berkas gugatan yang salinannya diperoleh hukumonline.

Akibat wanpretasi itu, penggugat mengalami kerugian lantaran biaya operasional rumah sakit terganggu. Karena itu, penggugat menuntut para tergugat secara tanggung renteng untuk melunasi biaya pengobatan dan perawatan sebesar Rp427,268 juta. Selain itu sesuai dengan Pasal 1250 KUHPerdata, penggugat menuntut pembayaran bunga 6 % per tahun dari total tagihan, mulai gugatan diajukan hingga biaya dilunasi.

Pada 10 Maret 2009, tergugat mengajukan bantahan atas gugatan kepada majelis hakim yang dietuai Sugeng Riyono. Kuasa hukum tergugat membenarkan bahwa sejak 1990 almarhum mengalami kecelakaan yang berakibat patah tulang

Gugat Balik

Pada 10 Maret 2009, melalui kuasa hukumnya Sri Puji Astuti para tergugat mengajukan gugatan balik (rekonvensi). Dalam rekonvensi disebutkan justru RS Omni Internasional yang melakukan melakukan perbuatan melawan hukum dengan tidak memberikan informasi medis dan mengkalrifikasi tagihan. Para tergugat menilai tagihan penggugat tidak wajar. “Bukan tergugat yang wanprestasi,” ujar Sri Puji Astuti dalam gugat rekonvensi.

Ketika Abdullah dirawat di RS Omni Internasional, para tergugat selalu meminta informasi medis penyakit Abdullah. Sebab tergugat II yang memiliki hubungan kerja dengan pasien serta tergugat I dan III selaku keluarga berhak mendapatkan informasi itu. Untuk mengklarifikasi hal itu, pada 25 Februari 2008 diadakan pertemuan antara para tergugat dengan sembilan jajaran RS Omni Internasional yang dipimpin dokter Mariyana.

Dalam pertemuan itu penggugat berjanji memberikan informasi medis pasien. Setelah ditunggu-tunggu hingga gugatan bergulir, informasi itu tak jua diperoleh tergugat. “Sejak awal justru penggugat yang tidak beritikad baik dengan menutup-nutupi cara penanganan pasien hingga meninggal,” ujar kuasa hukum tergugat.

Akibat meninggalnya pasien, para tergugat mengalami kerugian karena itu tergugat meminta penggugat melakukan permohonan maaf di media nasional atas pelayanan yang tidak baik dari penggugat pada almarhum dan pencemaran nama baik para tergugat. Para tergugat juga menuntut ganti rugi immateriil Rp5 miliar lantaran kehilangan almarhum selaku tulang punggung keluiarga.

Dalam jawabannya, tergugat membenarkan pada 1990 mengalami kecelakaan yang mengakibatkan patah tulang. Namun hal itu tidak berkaitan dengan penyakit yang diderita Abdullah hingga akhirnya meninggal. Sejak awal masuk RS, pasien hanya bertujuan untuk check up kesehatan, tapi oleh penggugat pasien langsung diarahkan untuk dirawat inap pada 3 Mei 2007.

Lantaran tidak mendapat jawaban, para tergugat mencari pendapat lain (second opinion), baik dari kerabat maupun dokter lain terkait tagihan penggugat pada tergugat. “Hasilnya banyak yang ganjil,” ujar kuasa hukum tergugat. Misalnya, dalam tagihan disebutkan penggugat melakukan cuci darag (hemodialysis) setiap hari mulai 19 hingga 31 Mei 2007. Selain itu, terjadi pergantian resep dokter tiap hari mulai 4 – 31 Mei 2007. Padahal, satu resep obat berlaku untuk jangka waktu tiga hingga enam hari.

Lantaran menolak membayar, penggugat dalam surat tanggal 20 September 2007 bahkan melaporkan para tergugat kepada Ikatan RS Jakarta Metropolitan (IRSJAM) dan Persatuan RS Seluruh Indonesia (PERSSI). Menurut kuasa hukum, seharusnya tergugat yang melakukan upaya hukum untuk melakukan tuntutan terhadap penggugat atas indikasi malpraktek yang berakibat pasien meninggal dunia.”

Prita Mulyasari dan Rumah ‘Sakit’ Omni Internasional Alam Sutera Tangerang

Posted in Peep Talk by mibnufajar on 3 June, 2009

Berikut Tulisan yang dimuat Prita Mulyasari di Suara Pembaca Detik.com :

Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.

Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.

Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.

dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.

Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.

Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.

Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.

Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.

Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.

Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.

Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.

dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.

Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.

Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.

Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.

Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.

Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.

Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.

Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.

Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.

Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.

Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.

Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.

Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.

Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.

Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.

Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.

Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.

Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.

Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.

Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.

Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.

Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.

Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.

Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.

Salam,
Prita Mulyasari
Alam Sutera
prita.mulyasari@yahoo.com
081513100600

Gara2 tulisan ini, Ibu Mulyasari Dipenjara. That is really mean. Beliau digugat perdata dan pidana atas tuduhan pencemaran nama baik. Atas gugatan perdata, beliau dinyatakan kalah dan diharuskan membayar denda 50 juta rupiah (dari sekitar 400 juta yang dituntut oleh pihak RS). Atas hasil ini, Prita menyatakan banding. Sedangkan untuk persidangan pidana-nya sendiri, baru akan dilakukan besok, 4 Juni 2009. Jika dinyatakan kalah, beliau bisa dipenjara dengan hukuman maksimal 6 tahun penjara. Well, itulah potret kekejaman kapitalis di negeri kita. Buka mulut, masuk penjara. Berasa di jaman Orba.

Gw harap semua orang mendukung Ibu Prita biar bisa menang di persidangan pidana-nya nanti, semoga juga upaya bandingnya akan berhasil, karena menurut ini benar2 bentuk kedzaliman yang gw gak habis pikir. How could they did that ??? Bener-bener kejam. It pisses me off.  The Least you could do is spreading the word and join the cause on facebook. Biar orang-orang penting di negeri ini tau apa yang terjadi dengan ibu Prita.

Gw sendiri menaruh harapan besar sama Ibu Siti Fadillah Supari. Menurut gw, beliau menaruh perhatian ma hal-hal yang seperti ini. Beliau selalu angkat bicara atas kasus2 kesehatan yang tengah hangat diperbincangkan masyarakat. I hope she did the same on this case. And did it right.

What A Weekend

Posted in Peep Talk by mibnufajar on 19 January, 2009

I Love holidays. And Weekend. And Monday, if i don’t have wake up at 6.30 to go to work.

But one thing i hate from holidays is how much you spend your monthly salary on it. Once i read from Cosmo, some people spent 48% money they made a whole month for weekends. Especially when there’s long weekend.

Same to me. Lately my money been staying at my account for less than a week before i withdrawn it, spend it for movies, restaurant, clothing, redecorating my room, swimming lesson, beauty centre, dentist, blah blah blah..

I gotta stop this ‘generous’ behaviour, even though i really–really enjoying almost every moment of it. I’m turning poor! how ’bout my car obsession ? Or a house in hometown ?

Subprime Mortgage

Posted in Peep Talk by mibnufajar on 14 October, 2008

Ini nih headline baru di koran2 seluruh dunia..

Awalnya sih gw cuwek-cuwek ajah, tapi setelah Lehman Brothers bangkrut (meskipun gw ga punya saham disana), gw jadi peduli juga..Soalnya katanya kebangkrutannya Lehman merupakan kebangkrutan terbesar di dunia, yang pada saat bangkrut asetnya bernilai sekitar US$ 600 milyar..Lebih bangkrut dari Enron, lebih bangkrut dari WorldCom..

Jadih, gw langsung searching-searching, apaan sih subprime mortgage..Jadih, di Amerika..orang kalo mw mengajukan kredit, sebelumnya harus dinilai dulu, dengan sistem rating..orang yang dianggap sanggup buat bayar kredit, ratingnya namanya “prime”..nah, yang kemampuannya masih kurang berarti dy masuk kategori “subprime”…Jadih subprime mortgage adalah KPR (mortgage) yang diberikan kepada orang2 yang kemampuan membayarnya agak meragukan..kurang lebih seperti itu..

Trus kenapa bisa bisa krisis? Soalnya..di Amerika sana, selama satu dekade terakhir harga properti naik terus (disini juga sihh)..Karena itu para pengembang properti bangun rumah banyak2 biar untungnya semakin banyak..dan orang-orang subprime terdorong juga buat ber-KPR ria, sebab ntar rumahnya bisa dijual kembali dengan harga tinggi..karena itu juga, bank-bank dengan mudahnya ngasih KPR ke orang-orang subprime, karena ini adalah kesempatan mendapatkan bunga dari pasar yang sedang bertumbuh pesat.

Sampai pasar properti sampai pada titik jenuh, terlalu banyak penawaran, terlalu sedikit permintaan..(Semua orang udah punya rumah gitu lohh..)..Harga rumah jadi jatuh..Ini terutama dirasakan oleh orang-orang subprime, yang sebenarnya membeli rumah sekalian investasi..

Sistem bunga dan insentif perumahan di Amerika membuat bunga cicilan rumah pada tahun-tahun pertama cukup rendah, namun terus-menerus menanjak di hingga akhir..Nah, orang-orang subprime yg sebenarnya berniat menjual rumah beserta kredit ke orang lain pada saat bunganya telah menanjak tidak bisa melakukannya, secara harga rumah sedang jatuh dan investasi properti tidak lagi semenarik dulu..Akibatnya, mereka default (gagal bayar)..Rumah pun disita..

Akibat lainnya, Nilai utang KPR bisa lebih tinggi dari nilai rumah yang dibeli (yang sekaligus sebagai jaminan)..Jadinya, buat orang-orang yang tidak mau susah, mending ngelepas rumah itu ke bank daripada harus melunasi utang..Rumah pun disita..

Bank akhirnya gak dapat aliran kas yang cukup buat membiayai operasional dan utang-utangnya..Mereka cuma mendapatkan rumah-rumah hasil sitaan yang nilai semakin turun dan tidak bisa dijual..

Sebagian dari bank-bank itu pasti akan bangkrut seperti Washington Mutual, seandainya tidak ada bank investasi seperti Lehman Brothers dan Bear Stern..Bentuk bisnis bank-bank investasi ini adalah jual-beli uang..dengan penghasilan berupa bunga..Jadi bank-bank tadi menjaminkan rumah-rumah kreditan (sebelum industri properti kolaps tentunya..) untuk memperoleh uang segar, dengan syarat bahwa jika bank tidak sanggup membayar, hak atas rumah-rumah kreditan tadi beserta penagihannya menjadi milik bank investasi..

Of course we know the end..bank yang mengalami masalah aliran kas tentu tidak sanggup membayar utangnya ke Bank Investasi, jadinya Bank Investasi-lah yang mendapatkan rumah-rumah sitaan tadi, beserta 1001 masalah finansial di belakangnya..Bank-bank investasi tadi ikut menaglami masalah aliran kas, dan akhirnya kolaps..

Kadang-kadang, oleh satu bank investasi, rumah-rumah dijaminkan ke bank investasi yang lain lagi..Yang akhirnya menciptakan efek domino..If one goes down, everyone goes down..

Music Addict at The Moment

Posted in Peep Talk by mibnufajar on 14 August, 2008

Mmm..lagu2 yang lagi gw gandrungi saat ini :

1). Panic At The Disco..berhubung mereka maen ke Jakarta 17 Agustus nanti (dan gw ga sanggup beli tiketnya secara duit gw dah abis bwt beli tiket mudik yang harganya naudzubillah), gw tiba2 jadi suka lagi ma PaTD.. terutama lagu2 lama mereka sih..lagu dari Pretty.Odd. seems pretty odd to me..only good when you hear them rarely..

2). The Script! Our new phenomenon..sumpah lagu “The Man Who can’t Be Moved” is highly recommended secara liriknya sangat-sangat dalam dan enak banget didengerin..terutama klo lagi missing someone from the past..lagu The Script lain yang gw dengerin adalah “We Cry” ma “Before The Worst” yang dua2nya, menurut yang gw baca katanya mirip U2 campur Timbaland…tapi klo gw sendiri sih bilangnya lebih mirip One Republic, The Fray campur Jason Mraz.  soalnya musiknya tuh beda tapi familiar at the same time..pretty odd, huh?

3). Duffy dengan lagu Mercy-nya yang bikin gw begging her for dancing..sumpah lagunya enak banget  dan tampang n suara si cewek Irlandia ini sooooo ’60..serak2 gimanaaa gitu..gw suka gaya lo..Yang gak boleh dilewatin juga lagu “Rockferry” yang dinyanyiin Duffy dengan sangat emosional..so deep,man..

4). The Ting Tings dengan That’s Not My Name-nya..Weww, ini lagu juga asli enak banget didengerin..meskipun liriknya rada2 aneh..Single keduanya gak begitu menarik sih (at least for me..), tp tetep gw simpen di Viewty tersayang gw..

5). Jesse McCartney..Okey..ini adalah pilihan yang aneh..gw yakin fans-nya dia pasti cewe2 14-tahun yang doyannya Zac Efron ma Ashley Tisdale, yang nontonnya Hannah Montana ma High School Musical..tapi sejak dia banting setir ke R n’ B, i started to like this another-Aaron-Carter..Yang bikin gw rada ilfeel tuh video klip Leavin’-nya yang kayak video bokep..ga menarik..

Ally McBeal, anyone ?

Posted in Peep Talk by mibnufajar on 31 July, 2008

Duh..ini kan serial jadul jaman SMP..

Tapi…ternyata Muhammad Ibnu Fajar belum pernah nonton, ehehehe..jadi malu…

Iya nih, udah beberapa waktu lalu gw ngidam bwt nonton serial ini, soalnya katanya lucu..n waktu serial ini diputar di RCTI dulu, gw sempet ngeliat satu adegan yang sangat2 bikin gw terkesan, waktu Ally ngasih closing statement di pengadilan dengan sangat membara dan keren yang membuat gw bilang “wow”…I want to able to say such things..

Nah, fokus..Trus ceritanya waktu gw ngajak Triaaaaaaan bwt nonton The Dark Knight (kenapa nama Triaaaaaaan harus ditulis dengan tujuh huruf ‘a’ ? Karena klo gw ktemu ma dy gw pasti histeris n selalu teriak “Triaaaaaaan”, ehehehe..), dy ga mau ikut, katanya  mw beli DVD-nya di POINS  ajah, yaudah deh gw nitip..hanya 60rb untuk 5 season lengkap-kap-kap..

Malam itu juga Triaaaaaaan beli, besoknya gw ambil (di kosannya yang sangat jorok), trus gw nonton 6 episode straight, yah lumayanlah, meskipun subtitle-ny rada2 kurang ‘akomodatif’ dan banyak istilah2 hukum yg basic tp gw ga tw..apaan tu litigation? pretext? kayaknya harus belajar hukum dikit nih..

Pokoknya Ally McBeal is funny! Apalagi klo nonton bareng teman..and Lays..and Martabak..and Jus Markisa

gw sebenerny mw ngereview Ally dsini..tapi kan itu dah ‘lampau’ banget..masa review gw isinya past tense semua ? Hehehe…Yang belum nonton, nonton yah..

P.S. : Heran deh, kog nama Vonda Shepard ga ad ya di opening title-nya? Padahal kan dy sering banget muncul di serial itu..Ngalah2in Calista Flockhart..

P.S.-nya P.S. : gw kan suka banget ma “Baby, Don’t You Break My Heart Slow”-nya Vonda, tapi gw ga tau mukanya ni orang kayak mana sih? Setelah nonton Ally, respon gw pas ngeliat Vonda adalah “eww..” (maap ya jeng Vonda,ehehehe)..mukanya kayak Donatella (Versace), too much artificial product (and the wrong one), kayaknya..