Ibnu Bohari

Subprime Mortgage

Posted in Peep Talk by mibnufajar on 14 October, 2008

Ini nih headline baru di koran2 seluruh dunia..

Awalnya sih gw cuwek-cuwek ajah, tapi setelah Lehman Brothers bangkrut (meskipun gw ga punya saham disana), gw jadi peduli juga..Soalnya katanya kebangkrutannya Lehman merupakan kebangkrutan terbesar di dunia, yang pada saat bangkrut asetnya bernilai sekitar US$ 600 milyar..Lebih bangkrut dari Enron, lebih bangkrut dari WorldCom..

Jadih, gw langsung searching-searching, apaan sih subprime mortgage..Jadih, di Amerika..orang kalo mw mengajukan kredit, sebelumnya harus dinilai dulu, dengan sistem rating..orang yang dianggap sanggup buat bayar kredit, ratingnya namanya “prime”..nah, yang kemampuannya masih kurang berarti dy masuk kategori “subprime”…Jadih subprime mortgage adalah KPR (mortgage) yang diberikan kepada orang2 yang kemampuan membayarnya agak meragukan..kurang lebih seperti itu..

Trus kenapa bisa bisa krisis? Soalnya..di Amerika sana, selama satu dekade terakhir harga properti naik terus (disini juga sihh)..Karena itu para pengembang properti bangun rumah banyak2 biar untungnya semakin banyak..dan orang-orang subprime terdorong juga buat ber-KPR ria, sebab ntar rumahnya bisa dijual kembali dengan harga tinggi..karena itu juga, bank-bank dengan mudahnya ngasih KPR ke orang-orang subprime, karena ini adalah kesempatan mendapatkan bunga dari pasar yang sedang bertumbuh pesat.

Sampai pasar properti sampai pada titik jenuh, terlalu banyak penawaran, terlalu sedikit permintaan..(Semua orang udah punya rumah gitu lohh..)..Harga rumah jadi jatuh..Ini terutama dirasakan oleh orang-orang subprime, yang sebenarnya membeli rumah sekalian investasi..

Sistem bunga dan insentif perumahan di Amerika membuat bunga cicilan rumah pada tahun-tahun pertama cukup rendah, namun terus-menerus menanjak di hingga akhir..Nah, orang-orang subprime yg sebenarnya berniat menjual rumah beserta kredit ke orang lain pada saat bunganya telah menanjak tidak bisa melakukannya, secara harga rumah sedang jatuh dan investasi properti tidak lagi semenarik dulu..Akibatnya, mereka default (gagal bayar)..Rumah pun disita..

Akibat lainnya, Nilai utang KPR bisa lebih tinggi dari nilai rumah yang dibeli (yang sekaligus sebagai jaminan)..Jadinya, buat orang-orang yang tidak mau susah, mending ngelepas rumah itu ke bank daripada harus melunasi utang..Rumah pun disita..

Bank akhirnya gak dapat aliran kas yang cukup buat membiayai operasional dan utang-utangnya..Mereka cuma mendapatkan rumah-rumah hasil sitaan yang nilai semakin turun dan tidak bisa dijual..

Sebagian dari bank-bank itu pasti akan bangkrut seperti Washington Mutual, seandainya tidak ada bank investasi seperti Lehman Brothers dan Bear Stern..Bentuk bisnis bank-bank investasi ini adalah jual-beli uang..dengan penghasilan berupa bunga..Jadi bank-bank tadi menjaminkan rumah-rumah kreditan (sebelum industri properti kolaps tentunya..) untuk memperoleh uang segar, dengan syarat bahwa jika bank tidak sanggup membayar, hak atas rumah-rumah kreditan tadi beserta penagihannya menjadi milik bank investasi..

Of course we know the end..bank yang mengalami masalah aliran kas tentu tidak sanggup membayar utangnya ke Bank Investasi, jadinya Bank Investasi-lah yang mendapatkan rumah-rumah sitaan tadi, beserta 1001 masalah finansial di belakangnya..Bank-bank investasi tadi ikut menaglami masalah aliran kas, dan akhirnya kolaps..

Kadang-kadang, oleh satu bank investasi, rumah-rumah dijaminkan ke bank investasi yang lain lagi..Yang akhirnya menciptakan efek domino..If one goes down, everyone goes down..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: